daftar isi

Senin, 23 Agustus 2010

Tips: 3 Langkah Mudah Memperpanjang Usia Hard Disk (Laptop) Anda

Anda yang memiliki komputer jenis desktop menilik judul artikel ini, mungkin akan beranggapan bahwa artikel ini hanya ditujukan untuk para pemilik laptop saja. Tapi bukan itu maksud dari tip sederhana ini. Tip ini cukup berguna bagi semua pemilik komputer jenis apapun, desktop maupun laptop. Hanya saja karena hard disk laptop lebih rentan untuk rusak daripada desktop, maka saya lebih menekankan tujuan dengan menambah kata ‘Laptop’ agar para pemilik laptop punya perhatian lebih dalam.
Sebenarnya, untuk menjaga agar hard disk komputer tetap pada kondisi prima dan awet tidaklah sulit. Cukup dengan melakukan pemeliharaan rutin yang bisa Anda lakukan sendiri, karena bagaimanapun, siklus hidup hard disk komputer Anda banyak bergantung pada kebiasaan Anda sendiri dalam keseharian menggunakan komputer.
Berikut adalah tiga langkah mudah yang (mungkin) Anda butuhkan dan dapat dilakukan secara teratur untuk menjamin agar hard disk komputer Anda berumur panjang:

1. Pastikan banyak ruang kosong yang tersedia di hard disk.
Merupakan ide yang baik untuk memastikan ada cukup ruang kosong pada hard disk untuk menyimpan file baru yang berkapasitas besar. Anda bisa mem-back-up file-file berukuran besar dari komputer ke media lain seperti CD-R, DVD-R, flash drive, atau drive eksternal, karena hard disk yang penuh sesak beresiko untuk rusak jauh lebih cepat.

2. Defragment hard disk secara teratur.
Jika Anda memiliki banyak file-file berukuran besar di komputer yang sering berpindah-pindah atau berubah, maka defragmentasi sangat penting pada saat ini untuk menghilangkan fragmen dari file-file tersebut. Dianjurkan untuk melakukan defragmentasi seminggu sekali. Anda bisa menggunakan fasilitas Disk Defragmenter standar bawaan Windows atau menggunakan program spesialis defragment dari pihak ketiga yang banyak beredar di luar, misalnya Smart Defrag, Advanced defrag, O & O defrag dsb.
Keunggulan program-program defragment dari pihak ketiga ini biasanya memang punya fasilitas untuk menganalisa kondisi partisi sebuah hard disk terlebih dahulu sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan fungsi utama mereka, defragment. Terlebih lagi jika hard disk yang Anda miliki berkapasitas melebihi 500GB, maka software-software pihak ketiga ini mutlak Anda gunakan untuk menghemat waktu.

3. Hapus file yang tidak perlu.
File yang tidak diperlukan dapat dengan mudah diabaikan oleh pengguna komputer, file yang tidak diinginkan ini misalnya seperti cookies yang di-download tanpa sepengetahuan Anda ketika surfing di internet. File yang tidak diinginkan ini juga bisa berasal dari sisa-sisa uninstall program dan bahkan folder yang dihapus. File-file ini secara tidak sadar akan menempati banyak ruang di hard disk dan secara serius bisa memperlambat kinerja komputer, bahkan bisa mengakibatkan berbagai kesalahan pada proses Windows dan menyebabkan Windows hang.
Cara terbaik untuk membersihkan file yang tidak diinginkan ini adalah dengan menggunakan program pembersih file-file sampah seperti CCleaner, Windows Eraser, WinCleaner dsb.

Cukup mudah untuk dimengerti dan diterapkan dalam penggunaan harian, bukan?
Semoga bermanfaat.

Gratis Dari Softpedia: WinUtilities Pro 9.41 Versi Penuh (Full Version)

WinUtilities Pro merupakan sebuah software yang terdiri dari sekumpulan perangkat untuk mengoptimalkan dan mempercepat kinerja Windows anda. Suite ini mengandung utilitas untuk membersihkan registri, file-file sementara pada disk, menghapus aplikasi, internet browser history, cache dan cookie. Software ini juga mendukung fungsi untuk defragmentasi disk drive anda, meningkatkan kinerja dan stabilitas komputer. StartUp Cleaner (Pengatur file AutoStart) memungkinkan Anda untuk mengontrol program-program tertentu yang diluncurkan secara otomatis saat Windows mulai bekerja, menemukan file duplikat, memperbaiki shortcut yang tidak sesuai lagi ataupun meng-uninstall program-progam yang sudah tidak diperlukan. Selain fitur-fitur yang tersebut di atas, WinUtilities Pro juga mempunyai fasilitas untuk menghapus file secara aman, pencacahan recycle bin, pemeliharaan sistem sesuai penjadwalan dan mengembalikan file-file yang telah dihapus.

Jika Anda sudah terbiasa dengan TuneUp Utility, maka boleh dibilang WinUtilities Pro ini merupakan tandingan yang sepadan, baik dari sistem kerja maupun fitur-fiturnya.

Seperti inilah antar muka dari WinUtilities Pro:

Berikut adalah beberapa fitur utama dari WinUtilities Pro:

  • Disk Cleaner – membersihkan disk dari hal-hal yang tidak berguna yang sering tertinggal dan mengurangi kinerja komputer Anda.
  • Registry Cleaner – Menyisir registri di Windows dan menemukan informasi yang salah atau usang.
  • Startup Cleaner – Mengelola eksekusi program di saat Windows mulai startup.
  • History Cleaner – Menghapus semua jejak aktivitas di komputer Anda, menghemat ruang disk dan melindungi privasi Anda.
  • File Splitter – Membagi file menjadi beberapa bagian dan menggabungkan kembali mereka ke file aslinya.
  • File Shredder – Menghapus file dan memastikan bahwa tidak ada data sensitif yang bisa dicuri.
  • EXE Protector – Melindungi file program (*.exe) dengan sebuah password yang aman.
  • Memory Optimizer – Mengoptimalkan Manajemen Memori dari Windows. Tidak ada konfigurasi khusus yang diperlukan, Memory Optimizer akan secara otomatis mengkonfigurasi dirinya sendiri.
  • Duplicate File Finder – Membebaskan ruang disk dengan mencari dan menghapus file duplikat dari sistem anda.
  • Shortcuts Fixer – Fasilitas untuk mengatasi shortcut yang tidak valid sehingga Anda dapat menghapusnya dari sistem anda.
  • Proses Manager – Memungkinkan Anda untuk memeriksa kinerja sistem anda dan mengelola proses yang berjalan.
  • Uninstall Manager – Mengatur program yang terinstal di sistem anda dan membuang perangkat lunak yang tidak diperlukan.
  • System Information – Menunjukkan informasi rinci tentang perangkat keras dan perangkat lunak di komputer Anda.
  • Registry Backup & Restore – Membuat cadangan dan memulihkan registri Windows.
  • Registry Search – Pencarian kode-kode di registri Windows dengan wildcard tertentu untuk dihapus atau diekspor.
  • BHO Remover – Menyeleksi dan membuang BHO (Browser Helper Object) yang mencurigakan yang terinstal di komputer.
  • Auto Shutdown – Mengatur komputer Anda untuk log off, stand by, hibernate, atau shutdown pada waktu tertentu.
  • Windows Tools – Memberikan Anda cara yang mudah untuk meluncurkan utilitas standar pada Windows.
  • System Control – Menyusun dan mengelola pengaturan untuk Windows.
  • Task Scheduler – Pengaturan jadwal tugas pembersihan yang terjadi secara otomatis.

Program yang biasanya dijual seharga $39.99 ini (untuk waktu yang dibatasi) memang diberikan secara gratis untuk pengunjung Softpedia.

Jadi tunggu apa lagi, segera kunjungi softpedia [ Klik di SINI ], pilih file download seperti gambar di bawah ini:

Selesai download, instal file installer untuk WinUtilities Pro ini di komputer Anda.

Saat ditanya kode lisensi, gunakan kode di bawah ini untuk registrasi:

regname: Softpedia User
regcode: C1H0L9-20CC-321B-36F7-4117-W6Y1L3

Selamat menikmati.

Tips: Panduan Penggunaan Baterai Laptop Yang Tepat 31 December 2009 Aang 5 comments

Jika anda mempunyai laptop atau netbook yang sekarang sedang booming, mungkin tulisan ini akan membuat anda untuk mulai berhati-hati dalam penggunaan komputer jenis portable ini. Alasan utama kenapa komputer jenis laptop dibeli oleh seseorang tentu karena sifatnya yang portable, mudah dibawa kemana-mana, entah memang diperlukan atau untuk trend gaya hidup saja.
Tapi tahukah anda bahwa apapun alasannya, dalam kurun waktu yang singkat sering terjadi pemilik laptop harus merogoh kocek hampir 1/3 dari harga laptop baru agar bisa tetap menggunakan laptopnya untuk tujuan yang seperti saya sebutkan di atas?
Bermula ketika saya mempunyai sebuah laptop TOSHIBA. Dalam kurun waktu sekitar 1 tahun pemakaian, hampir mustahil bagi saya untuk menggunakan laptop ini di luar ruangan lagi karena baterai sudah tidak mampu mensuplai daya lebih dari 10 menit pemakaian. Baterai drop, itu yang diistilahkan oleh orang tehnik. Tidak ada yang bisa dilakukan selain mengganti baterai dengan yang baru. Harga baterai baru pun cukup mengejutkan waktu itu, hampir mendekati angka Rp1.5juta atau hampir 1/3 dari harga laptop itu sendiri. Wah, ini sangat berat.
Berturut-turut dalam waktu 5 tahun terakhir saya mengganti laptop TOSHIBA ini dengan merek lain yaitu COMPAQ, DELL, ACER dan yang terakhir dan masih bertahan sampai sekarang adalah MSI.
Bisa anda tebak, dari semua merek diatas, komponen laptop yang paling mudah rusak dalam pemakaian normal harian adalah baterai! Apa yang salah? Semua instruksi dari buku panduan pengguna telah saya ikuti dengan hati-hati tapi dari semua komponen laptop, tetap saja baterai yang pertama kali tutup usia!
Baiklah, mungkin sudah cukup ceritanya, sekarang langsung pada inti tulisan saya kali ini.
Dalam pemakaian laptop secara normal, baterai adalah komponen yang paling rentan untuk rusak atau punya performa yang semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Mau atau tidak mau, semua baterai laptop pasti akan mengalami penurunan fungsi dan suatu saat harus diganti dengan yang baru. Tapi dengan mengetahui cara penggunaan dan perawatan baterai yang tepat, kita bisa memperlambat proses penurunan fungsi baterai ini sampai batas maksimal.

REFERENSI:
batteryuniversity.com adalah sebuah website di internet yang memang didedikasikan untuk mempelajari, mengulas dan memberi pengetahuan kepada masyarakat umum tentang apa, bagaimana dan untuk keperluan apa setiap jenis baterai diciptakan. Dari sini anda bisa mempelajari apapun jenis baterai yang ada dan untuk peralatan apa saja suatu jenis baterai diperlukan.
Tapi jika anda kesulitan mempelajarinya karena faktor bahasa (semua artikel mereka dalam bahasa Inggris, tentunya) ataupun anda merasa bahwa anda bukanlah orang teknik yang memerlukan semua info di sana (pengetahuan baterai yang di bahas di sana memang bukan untuk laptop saja melainkan semua jenis baterai, jadi mungkin anda memang tidak memerlukan semua infonya), maka berikut ini adalah rangkuman yang bisa saya tampilkan khusus untuk baterai laptop.

MITOS ‘MEMORY EFFECT’ BATERAI:
Di baterai berjenis lithium-based (tipe baterai Laptop) ini, efek memori baterai (Memory Effect) merupakan mitos, hanya berlaku untuk baterai yang lebih tua berbasis Niquel. Jadi penggunaan daya baterai sampai habis sama sekali kemudian dilanjutkan dengan mengisi (charging) baterai laptop adalah tidak benar dan bahkan berbahaya.
Baterai lithium dapat diisi kapanpun yang diinginkan, mengingat bahwa baterai jenis ini benar-benar tidak ada efek negatif dalam kinerjanya.

APAKAH BATERAI HARUS DILEPAS KETIKA MENGGUNAKAN LISTRIK A/C DARI PLN?
Jawabannya adalah: YA dan TIDAK, itu tergantung pada situasi yang ada.
Setelah baterai terisi penuh dan listrik A/C masih terpasang pada laptop adalah tidak berbahaya, karena segera setelah tingkat pengisian daya baterai mencapai 100%, baterai akan berhenti menerima pengisian energi dan energi ini langsung dilewatkan untuk sistem pasokan daya laptop.
Namun ada beberapa faktor yang harus diperhatikan ketika baterai masih menempel di soketnya saat laptop terpasang pada sumber listrik A/C, yaitu:
- Dalam penggunaan normal, jika laptop tidak terlalu panas (CPU dan Hard Disk sekitar 40ºC s/d 50ºC) baterai harus tetap di socket laptop;
- Dalam intensif penggunaan yang mengarah kepada sejumlah besar panas yang dihasilkan (misal Games, suhu di atas 60ºC) maka baterai harus dilepas dari soket laptop untuk mencegah pemanasan yang tidak diinginkan karena panas adalah musuh besar baterai lithium.

SIKLUS PEMAKAIAN DAN PENGISIAN BATERAI:
Pemakaian habis daya baterai (sampai laptop mati sendiri, 0%) harus dihindari, karena ini sangat memberatkan kinerja baterai dan bahkan dapat menimbulkan kerusakan.

Dianjurkan untuk melakukan pemakaian parsial/bertahap sampai dengan tingkat kapasitas yang tersisa 20 ~ 30% dan sering diisi, bukannya melakukan pemakaian sampai habis lantas diikuti dengan pengisian penuh.

KALIBRASI BATERAI:
Baterai laptop memiliki sensor pengukur kapasitas yang memungkinkan kita untuk mengetahui dengan tepat jumlah energi yang tersimpan. Namun, karena siklus pengisian / pemakaian, sensor ini cenderung tidak akurat lagi dan perlu dikalibrasi.
Beberapa BIOS laptop telah menambahkan fungsi untuk mengkalibrasi kembali sensor baterai ini, yang sebenarnya tidak lebih dari pengosongan lengkap diikuti oleh pengisian penuh.
Jadi untuk mengkalibrasi sensor baterai ini, setiap 30 siklus pemakaian, harus dilakukan pengosongan baterai secara non-stop, diikuti pengisian secara non-stop.
Sensor yang tidak akurat dapat mengarah pada fakta bahwa kapasitas baterai berada pada nilai-nilai yang salah. Bisa saja baterai melaporkan masih memiliki kapasitas 10% padahal sebenarnya memiliki nilai yang jauh lebih rendah, dan ini bisa menyebabkan laptop mendadak mati secara tak terduga.

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN KALIBRASI BATERAI?
Metode yang paling tepat untuk melakukan kalibrasi baterai adalah dengan melakukan satu kali discharge penuh (dari kapasitas 100% menjadi sekitar 3%) kemudian diikuti pengisian penuh baterai.
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Isi/charging baterai sampai kapasitas maksimum (100%);
2. Saat terisi penuh, biarkan baterai “istirahat” dengan listrik A/C masih terpasang selama 2 jam atau lebih. Anda dapat menggunakan laptop biasanya dalam periode ini;
3. Masuk ke menu di Control Panel >> Power Options dan seting hibernasi otomatis untuk hibernate laptop ketika kapasitas baterai mencapai 3%;
4. Cabut listrik A/C, biarkan laptop menyala menggunakan baterai, non-stop, sampai hibernate sendiri. Anda dapat menggunakan laptop ini seperti biasa dalam periode ini.
5. Ketika laptop hibernasi sepenuhnya, biarkan laptop dalam kondisi hibernasi selama 5 jam atau bahkan lebih;
6. Pasang listrik A/C ke laptop untuk melakukan pengisian penuh baterai secara non-stop hingga kapasitas maksimum (100%). Jangan menggunakan laptop dulu sampai baterai terisi penuh;
7. Proses kalibrasi baterai telah selesai.

Cukup sampai di sini tulisan saya tentang baterai laptop ini. Semoga bermanfaat.
Pada pertemuan selanjutnya, saya akan membahas sebuah software yang bisa anda gunakan untuk menjaga kinerja baterai laptop anda secara otomatis dan akurat, sesuai dengan topik yang kita bahas tadi.
Gratis? Bermanfaat? Tentu saja, dijamin!

AcaRossa [via] batterycare.bkspot.com

Unlocker – Pendobrak file yang terkunci oleh system

Pernakah Anda pada suatu saat ingin menghapus, memindahkan, mengubah nama, atau memodifikasi file (atau folder) di komputer tetapi tidak berhasil, dan muncul peringatan semacam ini?

Denied

Saya yakin Anda pernah mengalami hal tersebut. Bahkan ketika kita sudah menutup semua program yang sedang aktif, mematikan semua program resident, tetap saja kita tidak bisa mengakses file atau folder yang terkunci itu. Apa yang sebenarnya terjadi?
Hal yang sebenarnya terjadi adalah Windows menutup akses ke file atau folder tersebut karena banyak alasan, beberapa kemungkinan yang ada sering berhubungan dengan aktifitas di belakang layar (Background), system handle, DLL, dan lain sebagainya.
Jadi untuk mengatasi masalah ini, “file unlockers” diciptakan. Sebuah file Unlocker, dalam istilah awam, artinya membuka semua koneksi atau link ke file yang bersangkutan dan memungkinkan Anda untuk melakukan apa yang Anda inginkan dengan file tersebut.

TrayTapi perlu diingat, jika Anda terus-menerus dan berulang kali mendapatkan error ketika mencoba untuk memindahkan, menghapus, mengubah nama, atau memodifikasi file, kemungkinan besar ada malware (malicious software) yang menginfeksi komputer anda dan file Unlocker tidak akan menyelesaikan masalah Anda ini. Namun untuk file atau folder yang dikunci oleh system secara normal, file unlockers dapat sangat berguna.
Berikut adalah kemampuan program Unlocker:

  • Unlocker memungkinkan Anda untuk mengubah nama atau memindahkan file dari dalam program (selain untuk menghapus mereka).

No_Locking

  • Mendeteksi dan menampilkan semua proses, DLL, file, program, dll yang sedang sedang mengunci suatu file atau folder.
  • Membuka file (atau folder) yang terkunci oleh system hanya dengan satu klik.
  • Memberi pilihan untuk mematikan atau menutup proses pengunci yang terdeteksi.

Handle_Option

  • Menciptakan konteks menu klik kanan sehingga Anda dapat dengan mudah membuka suatu file atau folder.

klik

  • Jika penguncian suatu file atau folder tidak dapat dibuka saat itu juga, Unlocker akan memberikan pilihan untuk menyelesaikan tugas apapun setelah reboot.

Reboot

  • Platform OS yang didukung adalah Windows 2000/XP/2003/Vista.

Penting untuk diketahui:
Unlocker TIDAK membuang file atau folder yang Anda hapus(Delete) ke Recycle Bin. Jika Anda menghapus file atau folder dengan Unlocker, maka sulit untuk mengembalikan file atau folder tersebut kembali. Jadi, harap berhati-hati jika ingin menghapus(delete) dengan menggunakan Unlocker.

Bagaimana, Anda ingin punya software gratis dan ringan di sumber daya komputer tetapi berfungsi sangat prima ini? Silahkan lihat referensinya dan download Unlocker langsung dari website Unlocker. Bisa juga anda dapatkan di cnet.download.com atau di softpedia.

Selamat mencoba.

Gantikan Fungsi Uninstaller Standard Windows Dengan Yang Lebih Inovatif: Revo Uninstaller

Revo Uninstaller Free adalah sebuah software uninstaller yang bekerja layaknya fungsi applet Add/Remove standard Windows, tetapi dengan kemampuan yang jauh lebih inovatif. Fungsi utamanya memang untuk meng-uninstall program-program yang Anda anggap tidak diperlukan lagi di komputer, selain fitur-fitur tambahan lainnya semacam Windows Cleaner, Autorun Manager dan beberapa tool standard Windows.
Lalu muncul pertanyaan, kalau hanya untuk meng-uninstall software, kenapa tidak memakai fungsi standar uninstall Windows saja, atau shortcut yang disediakan masing-masing software?
Memang benar dan tidak salah. Hanya saja, jika diperhatikan lebih dekat, fungsi standard uninstall Windows masih banyak meninggalkan sisa-sisa file/data di harddisk maupun registri Windows. Tidak kentara memang, dari kisaran sekian Kilo Byte hingga sekian Mega Byte. Belum lagi registri Windows yang PASTI juga ikut membengkak. Dapat dibayangkan jika dikalikan dengan seberapa sering kita bongkar-pasang software di komputer. Atau jika instalasi software tersebut rusak/corrupt sehingga tidak bisa dibuang hanya dengan fungsi uninstall standard. Selain hanya membuang space harddisk untuk file/data yang sudah tidak diperlukan, registri Windows yang membengkak juga akan membuat kinerja komputer semakin berat dan melambat, DIJAMIN.
Lalu bagaimana sebenarnya prinsip kerja Revo Uninstaller ini?
Revo Uninstaller bekerja dalam 3 tahapan, yaitu memeriksa system sebelum (dan setelah) menghapus aplikasi. Kemudian menjalankan uninstaller standar program yang akan dihapus. Setelah selesai, Revo Uninstaller akan menghapus file, folder dan registri yang biasanya ditinggalkan oleh software tersebut di komputer.

Revo Uninstaller cukup fleksibel dengan kondisi yang diinginkan penggunanya. Uninstaller yang satu ini tetap memberikan pilihan untuk metode uninstall yang digunakan, yaitu:
1. Built-in.
Hanya melakukan uninstall lewat uninstaller standar Windows atau program yang dimaksud saja.
2. Safe.
Seperti metode Built-in, tetapi dengan melakukan pembersihan ringan dan aman di beberapa lokasi di harddisk dan registri Windows.
3. Moderate.
Seperti metode Safe, tetapi metode pembersihan yang dilakukan lebih detil dan spesifik.
Ini adalah metode yang paling dianjurkan.
4. Advanced.
Seperti Metode Moderate, tetapi metode pembersihan yang dilakukan lebih dalam, terutama di bagian registri Windows.
Ini adalah metode yang paling beresiko sekaligus paling bersih dalam menghapus sebuah program. Gunanakan metode ini HANYA jika Anda mengerti apa yang Anda lakukan dan telah siap dengan segala imbas yang (mungkin) akan terjadi.

Lalu bagaimana cara menggunakan Revo Uninstaller ini?

  • Jalankan program Revo Uninstaller.
  • Pilih program yang akan dihapus/uninstall pada paparan program-program yang terpasang di komputer dengan meng-klik kanan mouse, pilih Uninstall.
  • Pilih modus yang akan digunakan untuk menghapus program yang dimaksud (seperti gambar di atas).
  • Revo Uninstaller akan segera menganalisa system dan beberapa aspek yang berhubungan dengan software yang akan diuninstall.
  • Uninstaller standar Windows akan dijalankan oleh Revo Uninstaller, ikuti saja seperti biasanya saat Anda meng-uninstal suatu software. Proses uninstall akan selesai di sini jika modus yang dipilih adalah metode Built-in.
  • Setelah selesai, Revo Uninstaller akan memeriksa adanya kemungkinan file, data atau registri yang ditinggalkan oleh proses uninstall standard Windows.
  • Tergantung metode yang Anda pilih sebelumnya, data-data yang tertinggal (registri, file, folder dsb) akan ditampilkan oleh Revo Uninstaller untuk Anda pilih.
  • Silahkan beri tanda centang pada item-item yang ingin dihapus.

  • Konfirmasi untuk lanjut dan Revo Uninstaller akan melakukan pembersihan sesuai item yang dipilih.
  • Selesai.

Catatan:

  • Proses uninstall dapat Anda batalkan setiap saat dengan meng-klik tombol Cancel.
  • Sebaiknya Anda TIDAK MENGGUNAKAN Revo Uninstaller jika Anda berencana untuk memasang kembali program yang dihapus (contoh: meng-uninstall suatu program versi lama untuk dipasang kembali dengan versi yang lebih baru), karena bisa saja beberapa hal penting menyangkut program yang dimaksud juga ikut terhapus, misalnya kode lisensi atau setingan program.

Tertarik? Silahkan download Revo Uninstaller dari CNET Download.com [ Klik di SINI ] atau dari Softpedia [ Klik di SINI ]. Tersedia dalam bentuk file installer (setup), maupun versi portable yang praktis [ Klik di SINI ].

Selamat mencoba.

Bersihkan Windows dari hal-hal yang tak perlu CCLEANER

Pernahkah anda suatu saat merasakan bahwa komputer yang anda gunakan performanya semakin merosot? Windows, bisa diibaratkan seperti mesin mobil. Semakin lama anda menggunakannya, semakin merosot juga power mesin yang dikeluarkan jika tidak dirawat secara rutin. Sama seperti windows di komputer kita, juga perlu perawatan rutin secara software.
Adalah CCleaner dari Piriform. Sebuah software utility yang berfungsi untuk menjaga windows dari hal-hal yang tidak berguna.

Ini beberapa fungsi utama program CCleaner:

  • Membersihkan cache, riwayat URL, cookies dan hal-hal yang tidak berguna dari internet browser kita(Internet Explorer,Firefox).
  • Menghapus isi recycle bin, log-log yang tidak perlu, clipboard dan banyak jenis file yang tidak perlu yang tanpa kita sadari menumpuk dan berserakan di folder system windows.
  • Membersihkan file-file sementara dan riwayat pembukaan file dari banyak aplikasi lain, seperti Firefox, Opera, Safari, Media Player, eMule, Kazaa, Google Toolbar, Netscape, Microsoft Office, Nero, Adobe Acrobat Reader, WinRAR, WinAce, WinZip dll.
  • Memerika dan membersihkan registry windows dari bermacam-macam masalah yang sering ditinggalkan begitu saja oleh aplikasi atau bahkan oleh windows itu sendiri seperti File Extensions, ActiveX Controls, ClassIDs, ProgIDs, Uninstallers, Shared DLLs, Fonts, Help File references, Application Paths, Icons, Invalid Shortcuts dll.

Dari pengalaman kami mencoba berbagai macam tool untuk perawatan windows, CCleaner adalah yang terbaik dan paling aman digunakan bahkan oleh pengguna komputer kelas pemula. Cara penggunaannya pun relatif sangat mudah dan efisien, tinggal point dan click!
Platform OS yang didukung juga cukup luas. CCleaner mampu bekerja mulai dari Windows 95 ke atas, bahkan Windows 7. Dan yang sangat menyenangkan adalah sifatnya yang freeware alias gratis ( Kami sangat senang dengan kata-kata “gratis”).
Ingin tahu lebih jauh dan mencoba CCleaner? Silahkan lihat referensinya dan download CCleaner langsung dari website CCleaner. Bisa juga anda dapatkan di FileHippo, CNET download.com atau di Softpedia.

Selamat mencoba.

Gantikan Fungsi Task Manager Standard Windows Dengan Process Explorer Dari Sysinternals

Process Explorer adalah sebuah software utility yang berfungsi untuk memanajemen proses di komputer yang tidak bisa kita dapatkan dari fungsi Task Manager standar Windows. Software yang satu ini akan menampilkan proses yang tengah berjalan dalam format diagram intuitif yang tidak hanya meliputi nama-nama proses, tetapi juga ikon program dan data lainnya, seperti deskripsi, gambar, statistik memori, account pengguna, atribut keamanan, ataupun waktu prosesor, secara real time.
Process Explorer juga dapat mengidentifikasi suatu proses dari aplikasi tertentu, dan yang sangat inovatif, kita juga bisa langsung mencari tahu di Google secara otomatis (kalau sedang online, tentunya) – sebuah cara yang sangat berguna dan mudah.
Tampilan Process Explorer terdiri dari dua sub-window. Bagian atas selalu menampilkan daftar proses yang sedang aktif, termasuk nama account yang menjalankan, sedangkan informasi yang ditampilkan pada bagian bawah bergantung pada mode yang dipilih pada Process Explorer: jika berada dalam modus ‘handle’, kita akan melihat proses handle yang tengah berlangsung, jika Process Explorer dalam modus ‘DLL’, kita akan melihat file DLL dan memori yang dipetakan.

Kita juga bisa melihat segala sesuatu yang berhubungan informasi komputer yang digunakan, seperti penggunaan CPU, statistik memori, koneksi jaringan, dan sebagainya, jika kita membuka tampilan kedua melalui menu System Information:

Dan yang betul-betul teramat sangat berguna sekali (EYD – Ejaan Yang Disalahkan!), kita juga bisa langsung mengetahui suatu proses yang (mungkin) misterius hanya dengan 1 kali klik mouse – langsung lewat Google (harus online)

Tidak perlu lama seperti kalau sedang antri BBM, hasil pencarian dari Google tentang informasi tersebut bisa langsung ditampilkan lewat browser

Process Explorer memang software besutan dari salah satu personil organisasi Microsoft, Mark Russinovich (Sysinternals). Mungkin karena alasan itulah Microsoft tidak mengganti Task Manager standar Windows-nya dengan Process Explorer ini, meskipun pada kenyataannya, software yang satu ini memang jauh lebih mumpuni daripada Task Manager.

Tertarik untuk mencoba? Silahkan download Process Explorer dari Sysinternals [ Klik di SINI ] atau bisa juga dari CNET Download.com [ Klik di SINI ].

Oh, ya. Satu hal lagi.
Process Explorer terlihat seperti suatu program yang rumit dan diluar kemampuan pengguna awam komputer, meskipun pada prakteknya tidaklah seme-ngeri-kan seperti itu. Cukup aman digunakan, apalagi hanya untuk sekedar dicoba dan dilihat-lihat saja, siapa tahu nanti bisa lebih familiar, bukan?

Salam, semoga bermanfaat.